Indonesia telah mencatatkan pencapaian luar biasa dalam dunia ibadah umroh global. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah jamaah umroh asal Indonesia mengalami lonjakan dramatis dari 974.650 jamaah pada tahun 2019 menjadi 1,8 juta jamaah pada tahun 2024. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan mencengangkan sebesar 84,7% dalam kurun waktu lima tahun.
Pertumbuhan Spektakuler Jamaah Umroh Indonesia

Grafik pertumbuhan jamaah umroh Indonesia dari 2019-2025, menunjukkan dampak pandemi dan pemulihan yang signifikan
Dinamika Pertumbuhan Pascapandemi
Perjalanan umroh Indonesia mengalami guncangan hebat akibat pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, jumlah jamaah turun drastis menjadi hanya 530.702 orang hingga 26 Februari 2020, ketika Arab Saudi menghentikan sementara visa umroh. Periode 2021-2022 menjadi masa pemulihan bertahap, sebelum akhirnya meledak pada tahun 2023 dengan 780.000 jamaah.
Yang paling mencolok adalah lonjakan di tahun 2024, dimana Indonesia mencatat rekor tertinggi dengan 1,8 juta jamaah umroh. Bahkan di awal 2025, hingga April saja sudah tercatat 648.485 jamaah yang berangkat, menandakan momentum pertumbuhan yang terus berlanjut.
Indonesia Memimpin Dunia dalam Pengiriman Jamaah Umroh
Berdasarkan data komprehensif dari berbagai sumber internasional, Indonesia secara konsisten menempati posisi teratas sebagai negara pengirim jamaah umroh terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan Indonesia telah mengukuhkan dominasinya dengan mengirimkan 1,8 juta jamaah pada tahun 2024.

10 negara penyumbang jamaah umroh terbesar ke Arab Saudi pada tahun 2024
10 Negara Penyumbang Jamaah Umroh Terbesar
- Indonesia: 1,8 juta jamaah (2024)
- Pakistan: Sekitar 1,2 juta jamaah
- India: Sekitar 800.000 jamaah
- Bangladesh: Sekitar 600.000 jamaah
- Turkey: Sekitar 500.000 jamaah
- Uzbekistan: 461.500 jamaah (peringkat 10 dunia)
- Egypt: Sekitar 450.000 jamaah
- Malaysia: Sekitar 400.000 jamaah
- Algeria: Sekitar 350.000 jamaah
- Iraq: Sekitar 300.000 jamaah
Tren Global Umroh di Arab Saudi
Arab Saudi sebagai tuan rumah dua kota suci Islam telah mencatat pertumbuhan fenomenal dalam sektor umroh. Pada tahun 2024, total jamaah umroh mencapai 18,5 juta orang, dengan 16,92 juta di antaranya adalah jamaah asing. Angka ini menunjukkan peningkatan 101% dibandingkan tahun 2022.
Visi Ambisius 2030
Pemerintah Arab Saudi melalui program “Doyof Al-Rahman” (Tamu-tamu Yang Maha Pemurah) menargetkan peningkatan jamaah umroh menjadi 30 juta orang per tahun pada 2030. Target ini sejalan dengan Visi 2030 Saudi yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi melalui sektor pariwisata religius.
Kuartal pertama 2025 saja sudah mencatat 6,5 juta jamaah umroh global, naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Makkah bahkan berhasil meraih peringkat ke-5 dunia sebagai kota dengan kedatangan wisatawan internasional terbanyak.
Faktor-faktor Pendorong Pertumbuhan Indonesia
1. Populasi Muslim Terbesar Dunia
Indonesia dengan 240,62 juta penduduk Muslim atau 87% dari total populasi memiliki potensi pasar umroh yang sangat besar. Hal ini menjadi faktor fundamental yang mendorong tingginya angka jamaah.
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkatkan daya beli masyarakat. Data menunjukkan rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia di Arab Saudi mencapai US$ 2.633,92 atau sekitar Rp 44,44 juta per orang, menunjukkan kemampuan finansial yang meningkat.
3. Kemudahan Akses dan Regulasi
Perbaikan sistem visa umroh, peningkatan jumlah penerbangan langsung, dan diversifikasi paket umroh telah memudahkan akses masyarakat Indonesia. Terdapat sekitar 2.592 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.
4. Antrian Haji yang Panjang
Daftar tunggu haji yang bisa mencapai puluhan tahun membuat umroh menjadi alternatif utama bagi umat Islam Indonesia. Umroh dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu tertentu seperti haji.
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Fenomena lonjakan jamaah umroh Indonesia memiliki dampak ekonomi signifikan. Dengan pengeluaran rata-rata Rp 44,44 juta per jamaah, Indonesia berkontribusi sekitar Rp 80 triliun terhadap ekonomi Arab Saudi pada tahun 2024. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu kontributor ekonomi terbesar dalam sektor pariwisata religius Saudi.
Di sisi domestik, industri umroh Indonesia juga berkembang pesat. Mulai dari agen perjalanan, katering halal, hingga industri perlengkapan ibadah mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun mengalami pertumbuhan pesat, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Data menunjukkan adanya selisih sekitar 400.000 jamaah yang tidak tercatat melalui mekanisme resmi Indonesia pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan perlunya peningkatan pengawasan dan literasi ibadah.
Pemerintah Indonesia terus berupaya memperbaiki sistem melalui SISKOPATUH (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) untuk memastikan transparansi dan keamanan jamaah.
Prospek Masa Depan
Dengan momentum pertumbuhan yang kuat dan dukungan infrastruktur yang terus diperbaiki, Indonesia diproyeksikan akan mempertahankan posisinya sebagai pengirim jamaah umroh terbesar dunia. Target Arab Saudi untuk mencapai 30 juta jamaah umroh pada 2030 memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam sektor pariwisata religius global.
Tren positif yang terlihat di awal 2025 dengan 648.485 jamaah hingga April mengindikasikan bahwa tahun ini berpotensi mencetak rekor baru. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan peningkatan kualitas layanan, Indonesia dapat memantapkan dominasinya sebagai kiblat umroh dunia.